Banner
Kementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
perlukan mata pelajaran Informatika di berikan di SMP?
Tidak Perlu
Perlu
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 23703
Pengunjung : 8187
Hari ini : 20
Hits hari ini : 39
Member Online : 0
IP : 18.206.13.39
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

nugroho_ahmad2000@yahoo.com    smpn_9_yk@yahoo.co.id

Mapel Baru Informatika

Tanggal : 19-07-2019 21:19, dibaca 33 kali.

Masuknya teknologi informasi komunikasi (TIK) pada tahun pelajaran 2019-2020 ditujukan untuk menyiapkan siswa di era Revolusi Industri 4.0. Jadi, jangan sampai guru kelak hanya mengajarkan cara mengetik.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyatakan, untuk kembali menghidupkan mapel TIK, dibutuhkan perjuangan keras. “Karena itu, kalau nanti sudah berjalan, jangan nodai perjuangan panjang kita,” katanya dalam forum raker nasional guru TIK se-Indonesia di Jakarta kemarin (19/1).

Indra mencontohkan, di antaranya, guru TIK mengajarkan hal-hal yang sangat dasar. “Misalnya, murid diajarkan ini namanya mouse. Gunanya mouse apa,” jelasnya.

Belajar Mengetik Tak Relevan Lagi Dalam Mapel InformatikaPemerintah akan memasukkan lagi mata pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) ke dalam kurikulum sekolah. (Fuad Muhammad/Kaltim Post/Jawa Pos Group)

Juga, mengajarkan kemampuan dasar seperti cara mengetik di MS Word atau MS Excel. Menurut Indra, pembelajaran TIK yang sangat dasar tersebut sudah tidak relevan pada saat ini.

Mapel TIK mencakup lima materi untuk menunjang kompetensi siswa SD, SMP, dan SMA. Yakni, teknik komputer, jaringan komputer dan internet, analisis data, programming, dan dampak sosial informatika.

Rencananya mapel tersebut diimplementasikan mulai Juli. Tepat di awal tahun pelajaran baru 2019-2020. Namun, sifatnya pilihan. Bergantung sekolah.

Sementara itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Awaluddin Tjalla mengatakan, mengembalikan mapel TIK dalam kurikulum merupakan langkah strategis Kemendikbud dalam menghadapi tantangan industri milenial 4.0. 

JawaPos



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas