Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
perlukan mata pelajaran Informatika di berikan di SMP?
Tidak Perlu
Perlu
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 32475
Pengunjung : 12862
Hari ini : 46
Hits hari ini : 96
Member Online : 0
IP : 3.227.3.146
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

nugroho_ahmad2000@yahoo.com    smpn_9_yk@yahoo.co.id

Berkenalan dengan Sophia, Robot Cerdas dengan Status Kewarganegaraan Pertama di Dunia

Tanggal : 15-10-2019 12:30, dibaca 30 kali.

Pada tanggal 25 Oktober 2017 di Future Investment Summit Riyadh, robot bernama Sophia telah mendapat kewarganegaraan penuh dari Arab Saudi. Sepanjang sejarah pengembangan kecerdasan buatan untuk robot, Sophia adalah robot pertama di dunia yang mendapat kewarganegaraan dengan kecerdasan buatan yang tertanam didalamnya. Sebelumnya pada tanggal 11 Oktober 2017, Robot Sophia diperkenalkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dengan sebuah percakapan singkat dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang bernama Amina J. Mohammed [1] . Adapun isi percakapannya tentang bagaimana PBB dapat membantu orang-orang yang tidak mempunyai akses listrik. Sophia mengutip dari perkataan William Gibson tentang bagaimana kecerdasan buatan lebih efisien dan dapat digunakan untuk mendistribusikan sumber daya energi secara lebih baik [2].

Robot Sophia saat di Future Investment Summit di Riyadh
(Sumber : http://www.arabnews.com/node/1183166/saudi-arabia)

Sophia adalah robot humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan Hanson Robotik yang berada di Hong Kong. Sophia telah dirancang untuk belajar dan beradaptasi dengan perilaku manusia dan bekerja dengan manusia, dan juga telah diwawancarai di berbagai negara, termasuk mendapat kewarganegaraan dari Arab Saudi [1]. Sophia berkata bahwa dirinya diaktifkan pertama kali pada tanggal 19 April 2015 [3]. Hanson Robotics adalah perusahaan pegembang robot paling mirip manusia di dunia, diberkahi dengan kemampuan ekspresi wajah yang luar biasa, estetika dan interaktivitas dengan manusia. Perusahaan dan pendirinya, Dr. David Hanson, telah membangun reputasi di seluruh dunia untuk menciptakan robot yang terlihat dan bertindak seperti benar-benar hidup, dan menghasilkan banyak robot terkenal yang telah diterima berbagai media besar dan menuai banyak pujian publik [4], contohnya robot-robot yang tertanam kecerdasan buatan yang dibuat oleh perusahaan Hanson Robotics adalah ALICE, Sophia, Albert Einstein HUBO, Han, Professor Einstein, Jules, Diego-san, Philip K. Dick Android, dan Zeno [5].

Kulit Sophia memiliki sistem sensor (kepekaan) seperti kulit hidup yang terbuat dari silikon dan bisa meniru lebih dari 62 ekspresi wajah manusia. Kamera di dalam matanya, dikombinasikan dengan algoritma komputer vision, memungkinkannya untuk melihat, mengikuti mimik wajah, dan melakukan kontak mata sekaligus bisa mengenali individu. Kombinasi teknologi pengenalan suara (Speech Recognition) dari Google Chrome Alfabet dan sistem pengenalan suara lainnya memungkinkan Sophia untuk memproses ucapan, mengobrol, dan menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu. Hanson bekerja sama dengan IBM (International Business Machines Corporation) dan perusahaan Intel untuk menerapkan beberapa teknologi mereka pada robot Sophia [3], seperti teknologi Processor Komputer, kamera pada mata, aktuator (penggerak robot), dan lain-lainnya.

Robot Sophia (kanan) saat di HSBC China Conference, Shenzhen 2016
(Sumber : http://sophiabot.com/photos/)



https://warstek.com/2017/11/11/sophia/



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas