Banner
Kementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
perlukan mata pelajaran Informatika di berikan di SMP?
Tidak Perlu
Perlu
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 21108
Pengunjung : 6667
Hari ini : 14
Hits hari ini : 244
Member Online : 0
IP : 54.198.246.164
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

nugroho_ahmad2000@yahoo.com    smpn_9_yk@yahoo.co.id

Penilaian Tengah Semester 2 Manfaatkan CBT (Computer Based Test)

Tanggal : 03/14/2019, 14:34:10, dibaca 140 kali.

Ujian Nasional Berbasis Komputer marak berlangsung di dunia pendidikan masa kini. Ujian dengan memanfaatkan komputer menjadi hal yang dilematis bagi para siswa. Mereka menganggap ujian dengan menggunakan komputer mengurangi tingkat konsentrasi dan percaya diri. Hal tersebut karena mereka tidak terbiasa menggunakan komputer pada saat ujian. Padahal kalau ditilik lebih jauh, ujian berbasis komputer lebih banyak memberikan manfaat, seperti hemat kertas, efektivitas mengoreksi, dan lebih efisien.


Menanggapi kondisi demikian, guru SMPN 9 Yogyakarta menyiasati dengan membiasakan siswa untuk melaksanakan ujian berbasis komputer. Hal tersebut dimulai dari PTS 2 bulan Maret 2019 ini. Beberapa guru mata pelajaran sudah mulai memanfaatkan komputer untuk pelaksanaan PTS. Guru mata pelajaran didampingi guru TIK dan teknisi menyiapkan segala hal untuk kelancaran PTS berbasis CBT ini.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di lab 1, 2, dan 3 sesuai dengan jadwal masing-masing mata pelajaran. PTS berbasis CBT dilaksanakan maksimal 3 sesi dalam satu hari. Masing-masing sesi sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran. Mata pelajaran Bahasa Indonesia memerlukan waktu 90 menit per sesi dengan 50 soal, sedangkan mata pelajaran Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Jawa memerlukan waktu 60 menit per sesi dengan 35 soal. Untuk mata pelajaran lainnya masih dalam proses penyiapan pada sistem CBT. Dengan sistem CBT ini, siswa dapat melihat nilai secara langsung setelah mengakhiri ujian. Dengan demikian, siswa akan semakin mempersiapkan diri untuk menyambut ujian berikutnya. Hal tersebut juga membuat siswa semakin termotivasi untuk lebih giat belajar supaya mendapat nilai yang lebih baik. Siswa juga tidak perlu bertanya kepada guru tentang hasil ujian yang sudah mereka selesaikan.


Setelah melaksanakan PTS berbasis CBT, sebagian siswa merasa grogi karena baru pertama kali melaksanakan ujian berbasis komputer. Namun, ada pula siswa yang menyambut dengan senang karena merasa mendapat sesuatu yang baru yang menurutnya lebih praktis.


Tidak hanya bagi siswa, guru yang melaksanakan ujian berbasis CBT ini juga merasa lebih praktis dan efisien karena tidak harus mengoreksi dan membuat analisis hasil siswa. Setelah ujian berlangsung, guru dapat dengan mudah mengunduh nilai dan analisis hasil ujian siswa. Dengan demikian, proses penilaian akan menjadi semakin mudah dan meringankan tugas guru. Guru juga tidak perlu menggandakan dan menyimpan soal dalam bentuk kertas.


Ujian berbasis CBT dapat menjadi alternatif yang baik bagi guru dan siswa pada saat penilaian. Diharapkan semua guru mata pelajaran dapat melaksanakan ujian berbasis komputer untuk dapat membiasakan siswa mengerjakan soal secara online agar tidak merasa takut dan cemas saat menghadapi ujian nasional kelak di kelas IX.  



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas