Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
perlukan mata pelajaran Informatika di berikan di SMP?
Tidak Perlu
Perlu
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 32457
Pengunjung : 12860
Hari ini : 44
Hits hari ini : 78
Member Online : 0
IP : 3.227.3.146
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

nugroho_ahmad2000@yahoo.com    smpn_9_yk@yahoo.co.id

Siswa SMP Negeri 9 Yogyakarta Kampanyekan Tertib Berlalu Lintas di Jalan Raya

Tanggal : 10/31/2019, 20:09:38, dibaca 37 kali.

Spelanta News. Sebagai sekolah yang sarat beban dengan status Sekolah Model, SMP Negeri 9 Yogyakarta harus memiliki strategi-strategi jitu dan program-program yang terencana dengan baik dalam mewujudkan tanggungjawabnya. Kini sekolah ini menjadi Sekolah Model Pendidikan Agama (sejak 2008), Sekolah Model Pendidikan Etika Lalu Lintas (sejak 2013), Sekolah Anti Penyalahgunaan Narkoba (sejak 2013) dan Sekolah Siaga Kependudukan dengan sasaran zero seks pra nikah, zero nikah dini dan zero napza (sejak 2019).

“Program-program untuk mewujudkan sasaran sebagai sekolah model, tidak hanya yang disusun dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang dilakukan monitoring dan evaluasi setiap akhir semester, tapi juga masuk dalam Silabus dan RPP setiap pelajaran, sehingga semua guru mempunyai tanggungjawab untuk ikut mewujudkannya”, kata Drs. Sugiharjo, M.Pd. Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta.

Dijelaskan, bahwa kegiatan kampanye tertib berlalu lintas yang dilakukan selama seminggu ini, merupakan program mata pelajaran PPKn tentang Taat Hukum, terutama UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. “Tapi ini kita dukung sebagai program sekolah dalam mewujudkan Pendidikan Etika Berlalu Lintas di Jalan Raya”, jelas Sugiharjo.

Dalam hal ini, guru PPKn Hj. Sulastri, S.Pd. yang didampingi Satpam, memandu siswa untuk berkampanye dengan membawa slogan-slogan tertib berlalu lintas dan akibat palanggarannya di sekitar jalan Ngeksigondo sampai lampu APILL Basen kawasan Kotagede. “Di sana kami juga meminta para siswa untuk mencatat berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan raya sesuai UU Nomor 22 Tahun2009”, kata Sulastri yang telah bertugas sebagai guru lebih 35 tahun.

Para siswa diminta memantau dan mencatat jenis pelanggaran sesuai pasal 68 ayat (1) tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) , pasal 106 ayat (1) mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar, pasal, 106 ayat (3) mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pengukur kecepatan, knalpot, pasal 106 ayat (4) huruf a dan b, mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu atau Marka Jalan.

Selain itu, juga berkaitan dengan pasal 106 ayat (4) huruf c, mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a, mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan batas kecepatan, pasal 106 ayat (6) mengemudikan Kendaraan Bermotor atau Penumpang yang duduk di samping Pengemudi tidak mengenakan sabuk keselamatan dan pasal 106 ayat (7) tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan helm.

Dalam pemantauan sehari selama 40 menit (1 jam pelajaran) di kawasan tersebut, ditemukan jenis pelanggaran tertinggi tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman (roda 4 atau lebih). menerobos APILL saat merah, kendaraan berkecepatan tinggi, kendaraan tidak memenuhi kelengkapan teknis, tidak memasang TNKB dan lain-lain.

“Target kami, masyarakat dapat mengerti arti himbauan kami melalui anak-anak, para siswa juga dapat mengambil pelajaran dari kenyataan di lapangan untuk kepentingan dirinya sendiri dan menyampaikan kepada orangtuanya saat berkendara di jalan raya’, tegas Sulastri.*** (Muslih, Spelanta News)

 

 

 

 

 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas