Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
perlukan mata pelajaran Informatika di berikan di SMP?
Tidak Perlu
Perlu
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 34815
Pengunjung : 14232
Hari ini : 22
Hits hari ini : 48
Member Online : 0
IP : 3.214.184.124
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

nugroho_ahmad2000@yahoo.com    smpn_9_yk@yahoo.co.id

SMP Negeri 9 Yogyakarta Selenggarakan Pandidikan Manasik Haji

Tanggal : 11/19/2019, 13:38:32, dibaca 31 kali.

Sebanyak 205 siswa kelas IX dan 45 guru dan pegawai TU SMP Negeri 9 Yogyakarta, pada Rabu, 13 November 2019 mengikuti pendidikan manasik haji dan umrah yang di selenggarakan di Lapangan Karang Kotagede Yogyakarta. Sedangkan siswa kelas VII dan VIII ikut menyaksikan dan membuat laporan hasil pengamatannya tentang kegiatan tersebut.

Pendidikan manasik haji siswa SMP Negeri 9 Yogyakarta yang di lepas oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Drs. H. Nur Abadi, MA. di bagi dalam 6 kloter. Dalam sambutannya, Nur Abadi mengatakan bahwa masalah ibadah haji memang merupakan salah satu bidang kerja Kementerian Agama di setiap Kabupaten/Kota. Ibadah haji juga bukan sekedar untuk memenuhi kewajiban beribadah bagi yang mampu, tapi juga melalui ibadah tersebut dapat membangun karakter seseorang atau bahkan suatu bangsa menjadi manusia yang berakhlaqul karimah, penuh ketundukan dan ketaatan kepada sang Pencipta.

 

“Oleh karena itu”, jelas Nur Abadi, “kami sangat berkepentingan pada kegiatan semacam ini karena dapat membentuk kepribadian siswa dan memahami ajaran agama secara lebih mendalam, sehingga sangat mengapresiasi prakarsa SMP Negeri 9 Yogyakarta”, tegas Nur Abadi.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta Drs. Sugiharjo, M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan manasik yang dilakukan ini, sekaligus merupakan praktik atau pendalaman dari materi Haji dan Umrah yang diperoleh siswa dalam kelas pada semester ini. “Untuk kegiatan tersebut kami libatkan seluruh komponen sekolah seperti guru dan pegawai TU serta stake holders yang terdiri dari orangtua siswa melalui paguyuban kelas”, jelas Sugiharjo.

 

Dijelaskan, bahwa ibadah haji dan umrah merupakan ibadah yang membutuhkan pengorbanan, baik harta, tenaga dan waktu yang harus menunggu lebih 20 tahun. “Oleh karena itu”, kata Sugiharjo, “kelak para siswa kami menjadi hamba yang siap berkorban untuk beribadah, tidak pelit karena biaya besar dan mengutamakan berkunjung ke Baitullah  terlebih dahulu dibanding untuk sekedar berlibur ke negara lain’, tegas Sugiharjo.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Muslih selaku Guru Pendidikan Agama Islam menjelaskan, bahwa pelaksanaan pendidikan manasik haji ini, diselenggarakan dengan tahapan yang sesuai dengan rukun dan wajib haji yang sesungguhnya. Kebutuhan sarana juga disiapkan sesuai keperluan, termasuk replika ka’bah yang dibutuhkan untuk praktik thawaf.

“Untuk pelaksanaan pendidikan manasik haji ini, di samping dibantu oleh guru dan pegawai TU SMP Negeri 9 Yogyakarta, kami juga di dampingi oleh 5 orang pembimbing dari KBIH Hajar Aswad yang telah berpengalaman dalam membimbing jamaah haji dan umrah setiap tahun”, jelas Muslih.

 

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, siswa yang beragama Nasrani sebanyak 12 orang, dengan di dampingi oleh guru agamanya dan guru yang seagama, melaksanakan bakti sosial dengan mengunjungi Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Kepada mereka dikenalkan tentang bagaimana pahitnya kehidupan yang tanpa diurus oleh orangtua, meskipun masih beruntung masih ada yang bersedia mengurusinya.*** 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas